Perekonomian Desa Batu Menyan

 

 

1. Identitas Wilayah

  • ID Wilayah: Kode unik yang mengidentifikasi wilayah administrasi (desa, kecamatan, kabupaten, atau kota).
  • Nama Wilayah: Nama resmi dari wilayah tempat data ekonomi dikumpulkan.
  • Luas Wilayah: Luas wilayah yang relevan untuk konteks ekonomi.

2. Sektor-Sektor Ekonomi

  • Pertanian dan Perkebunan: Data terkait jumlah petani, luas lahan pertanian, hasil produksi pertanian (padi, sayuran, buah-buahan, dll.), serta jenis perkebunan yang dominan.
  • Perikanan dan Peternakan: Informasi tentang produksi ikan (perikanan laut dan tambak) serta produksi ternak (sapi, kambing, unggas).
  • Industri Pengolahan: Jumlah dan jenis industri pengolahan yang ada di wilayah, seperti pabrik makanan, tekstil, atau barang konsumsi lainnya.
  • Perdagangan: Data tentang jumlah pasar, toko, serta pusat perbelanjaan yang ada, termasuk perdagangan lokal dan antarwilayah.
  • Jasa dan Pariwisata: Informasi tentang sektor jasa, seperti perbankan, transportasi, hotel, serta sektor pariwisata (tempat wisata, jumlah pengunjung, pendapatan dari wisata).
  • Konstruksi dan Properti: Jumlah proyek konstruksi (jalan, gedung, infrastruktur), perkembangan properti, serta investasi di sektor properti.

3. Indikator Ekonomi

  • PDRB (Produk Domestik Regional Bruto): Total output ekonomi yang dihasilkan di wilayah tersebut, baik dari sektor primer, sekunder, maupun tersier.
  • Pendapatan Per Kapita: Rata-rata pendapatan penduduk di wilayah tersebut.
  • Tingkat Pengangguran: Persentase penduduk usia kerja yang tidak memiliki pekerjaan.
  • Tingkat Inflasi: Laju inflasi di wilayah tersebut yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
  • Indeks Kemiskinan: Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan.
  • Ekspor dan Impor: Data terkait jumlah barang dan jasa yang diekspor dan diimpor dari/ke wilayah tersebut, baik untuk skala lokal maupun internasional.

4. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

  • Jumlah UMKM: Data jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut, beserta jenis usaha yang dijalankan.
  • Jenis Usaha: Kategori sektor UMKM (kerajinan tangan, kuliner, pakaian, dll.).
  • Pendapatan UMKM: Data pendapatan rata-rata yang dihasilkan oleh UMKM.
  • Jumlah Tenaga Kerja: Jumlah tenaga kerja yang terlibat di sektor UMKM.

5. Investasi dan Modal

  • Investasi Domestik: Data tentang investasi yang masuk dari dalam negeri ke wilayah tersebut, baik dalam sektor industri, properti, atau usaha lainnya.
  • Investasi Asing: Data investasi asing yang masuk ke wilayah, termasuk sektor-sektor yang menjadi fokus investasi.
  • Ketersediaan Kredit: Jumlah kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada usaha lokal (kredit usaha, mikro, dll.).

6. Infrastruktur Ekonomi

  • Fasilitas Ekonomi: Jumlah dan kondisi fasilitas yang mendukung perekonomian, seperti pasar, terminal perdagangan, pergudangan, dan infrastruktur transportasi ekonomi.
  • Akses Keuangan: Data terkait akses masyarakat terhadap layanan perbankan, termasuk jumlah bank, lembaga keuangan non-bank, dan ATM di wilayah tersebut.
  • Infrastruktur Digital: Jumlah usaha atau masyarakat yang menggunakan teknologi digital untuk kegiatan ekonomi, seperti e-commerce atau layanan perbankan online.

7. Tenaga Kerja dan Pendidikan

  • Jumlah Tenaga Kerja: Total tenaga kerja di wilayah tersebut, termasuk yang bekerja di sektor formal dan informal.
  • Tingkat Pendidikan: Data tentang tingkat pendidikan tenaga kerja (lulusan SD, SMP, SMA, perguruan tinggi) yang bekerja di sektor ekonomi tertentu.
  • Upah Minimum: Informasi mengenai upah minimum di wilayah tersebut dan perbandingannya dengan wilayah lain.

8. Pajak dan Retribusi

  • Pendapatan Pajak: Total pendapatan pajak yang diperoleh pemerintah dari sektor ekonomi (Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Penghasilan, Pajak Kendaraan, dll.).
  • Pendapatan Retribusi: Data tentang retribusi yang dikenakan pada usaha atau kegiatan ekonomi, seperti izin usaha, pasar, dan tempat wisata.

9. Perdagangan dan Harga

  • Harga Komoditas Utama: Data mengenai harga komoditas utama (bahan pangan, bahan bakar, dll.) di wilayah tersebut, yang dapat bervariasi berdasarkan musim atau kondisi pasar.
  • Perdagangan Antarwilayah: Data tentang aktivitas perdagangan antara wilayah, baik dalam bentuk pengiriman barang maupun jasa.

10. Regulasi Ekonomi

  • Peraturan Ekonomi: Kebijakan pemerintah daerah yang mengatur kegiatan ekonomi, seperti kebijakan pajak, insentif bagi investor, dan dukungan untuk UMKM.
  • Program Pemerintah: Program-program pemerintah yang mendukung perekonomian, seperti bantuan modal bagi UMKM, pelatihan kewirausahaan, atau pembangunan infrastruktur ekonomi.

1. Persiapan Pengumpulan Data

  • Pembentukan Tim Pengumpul Data: Melibatkan perangkat desa, Dinas Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta lembaga survei ekonomi.
  • Instrumen Pengumpulan: Menyusun kuesioner, formulir survei, dan alat pencatatan untuk menangkap data ekonomi terkait sektor-sektor ekonomi, pendapatan, investasi, dan tenaga kerja.
  • Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan: Melakukan koordinasi dengan lembaga terkait (BPS, Bank Indonesia, perbankan, dan asosiasi pengusaha lokal) untuk mendapatkan data sekunder yang relevan.

2. Pengumpulan Data Primer

  • Survei Lapangan: Melakukan survei langsung ke pelaku ekonomi di berbagai sektor (pertanian, perdagangan, industri, jasa) untuk mengumpulkan data terkait produksi, pendapatan, serta aktivitas ekonomi.
  • Wawancara Pelaku Usaha: Wawancara dengan pemilik UMKM, industri, dan perusahaan terkait tantangan ekonomi, kinerja bisnis, serta prospek pertumbuhan.
  • Pengamatan Lapangan: Mengamati kondisi pasar, pusat perdagangan, serta infrastruktur ekonomi (pasar, kawasan industri, fasilitas keuangan) di wilayah tersebut.

3. Pengumpulan Data Sekunder

  • Laporan Pemerintah: Mengambil data dari laporan resmi BPS, Dinas Perekonomian, serta kementerian terkait yang merilis data PDRB, inflasi, investasi, dan ketenagakerjaan.
  • Data Keuangan: Mengumpulkan data dari laporan tahunan bank lokal dan nasional terkait ketersediaan kredit usaha, tingkat investasi, dan kondisi ekonomi wilayah.
  • Data Statistik Resmi: Menggunakan data sekunder yang dipublikasikan oleh lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik, yang memuat indikator ekonomi, inflasi, serta neraca perdagangan.

4. Pengolahan dan Analisis Data

  • Pembersihan Data: Melakukan pembersihan data untuk menghapus data yang duplikat, tidak valid, atau tidak relevan.
  • Penggabungan Data: Menggabungkan data primer dan sekunder untuk menghasilkan dataset yang lengkap. Data diolah menggunakan perangkat lunak statistik untuk analisis lebih lanjut.
  • Validasi Data: Membandingkan hasil survei lapangan dengan data resmi dari lembaga terkait untuk memastikan akurasi data.

5. Pemetaan dan Visualisasi Data

  • Pemetaan Ekonomi: Menggunakan teknologi GIS (Geographic Information System) untuk memetakan aktivitas ekonomi berdasarkan wilayah, seperti distribusi sektor UMKM, pusat industri, serta fasilitas perdagangan.
  • Analisis Visual: Membuat visualisasi data dalam bentuk grafik, diagram, atau tabel yang menunjukkan perkembangan ekonomi, tingkat pendapatan, serta ketersediaan lapangan kerja.

6. Pengolahan Data Tenaga Kerja

  • Survei Ketenagakerjaan: Mengadakan survei untuk mengukur tingkat pengangguran, partisipasi tenaga kerja, serta tingkat pendidikan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.
  • Data Upah: Mengumpulkan data terkait upah minimum dan rata-rata upah pekerja di sektor-sektor ekonomi yang berbeda.

7. Pengumpulan Data UMKM

  • Survei UMKM: Mengidentifikasi jumlah dan jenis UMKM di wilayah tersebut, serta mengumpulkan informasi tentang pendapatan, tenaga kerja, serta modal usaha.
  • Wawancara dengan Pelaku UMKM: Mengadakan wawancara untuk menggali tantangan yang dihadapi UMKM, terutama terkait akses modal, pemasaran, dan teknologi.

8. Analisis Investasi dan Modal

  • Pengumpulan Data Investasi: Mendapatkan data dari dinas terkait dan perusahaan swasta mengenai tingkat investasi, baik domestik maupun asing, serta sektor-sektor yang menarik minat investor.
  • Akses Kredit: Menyurvei lembaga keuangan lokal mengenai ketersediaan kredit usaha, serta akses pelaku usaha terhadap fasilitas pembiayaan.

9. Pelaporan dan Publikasi

  • Penyusunan Laporan: Menyusun laporan hasil survei dan analisis ekonomi yang mencakup data sektor-sektor ekonomi, indikator keuangan, dan investasi di wilayah tersebut.
  • Distribusi Data: Dataset ekonomi ini akan dipublikasikan dalam format yang mudah diakses oleh pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, investor, serta pelaku usaha.

Untuk mendukung pembangunan berbasis data, Desa Batu Menyan telah menyusun dataset yang mencakup berbagai aspek seperti demografi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dataset ini bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis bukti demi kemajuan desa.

 

 

×

Hay !

Butuh bantuan untuk memperoleh data ?

×